Untuk mencapai kebahagiaan, kita tak
layak untuk senang sendiri. Kebahagiaan itu adalah himpunan dalam berbagi pada kebanyak
orang. Berbagi itu rasa nikmat yang luar biasa. Kita akan melihat bagaimana
banyak orang yang merasakan kesenangan selain kita sendiri.
Mengapa Rasulullah menganjurkan kita
untuk perbanyak sedekah. Bahkan dengan sebuah senyuman itu adalah bentuk
sedekah. Itulah rahasia, yang dihimpun oleh Allah SWT dalam setiap firman.
Karena secara fitrah, manusia adalah makhluk sosial. Manusia tidak dapat hidup
sendiri. Hawa diadakan oleh Allah SWT kepada Adam as semata-mata untuk
menghadirkan kebahagiaan. Adanya orang kaya itu dihadirkan agar mereka bisa
membagikan kekayaannya kepada yang miskin. Adanya orang berilmu itu agar
ilmunya dapat diberikan dan diturunkan kepada mereka yang belajar. Adanya orang
tua itu untuk memberikan tuntunan dan nasihat kepada yang muda.
Coba kita sekali-kali hadir dalam
buka puasa bersama di bulan Ramadhan. Atau pada masjid-masjid yang membuka ifthar shaum sunnah senin-kamis. Coba
lihat, betapa indahnya kebersamaan. Desain berbagi ini lahir, merupakan
kesadaran kita untuk senantiasa berpikir agar dapat saling membantu. Coba simak
kisah berikut ini:
Seorang kakek tua
senantiasa bangun setiap pagi, mengambil sapu yang tersandar di dinding bilik
rumahnya untuk kemudian berjalan ke jalan kecil di depan rumahnya. Tak lama
nampak kemudian beliau sudah asyik menyapu dedaunan yang berserakan di jalan
tersebut.
Hari beranjak
terang, satu demi satu orang melewati jalan tersebut. Macam-macam tingkahnya,
ada yang berjalan cepat sekali seakan diburu waktu, ada yang santai saja, ada
yang tertawa-tawa penuh riang dengan teman di sebelahnya, ada yang bercanda
dengan sang kakek sebentar untuk kemudian melanjutkan perjalanan, ada yang
menunduk bagai sedang dilanda masalah berat dan banyak lagi.
Ketika
jalanan mulai tampak sepi karena orang-orang sudah disibukkan dengan
kegiatannya masing, Sang kakek pun tak lama kemudian menyudahi pekerjaannya.
Tampak puas sekali wajahnya.
Seorang pernah
bertanya padanya, "Kenapa kakek tidak pernah bosan menyapu jalanan ini
setiap pagi?"
Kakek tersenyum,
menerawang dan kemudian menjawab, "Hal yang bisa kubagi buat banyak orang
sekarang adalah keramahan dan senyuman, dan sungguh setiap pagi kudapatkan
timpalan serupa berupa keramahan dan senyum yang manis dari banyak orang yang
lewat, bahkan kala mereka sedih dan sibuk sekalipun ..... "
Munculnya
berbagai lembaga zakat di negeri ini, semata-mata adalah betapa banyak orang
yang sebenarnya berkeinginan berbagi. Lahirnya perasaan ini merupakan keprihatinan
atas kondisi yang terjadi hari ini. Coba tanya mereka yang telah rutin ikut
serta dalam program-program zakat itu. Apa yang mereka rasakan? Kebahagiaan.
Begitu juga
mulai tumbuh Socialpreneur, sebuah pekerjaan yang tumbuh didasarkan atas
keinginan untuk berbagi. Bahkan secara tidak sadar, ketika anda membantu
memberikan jawaban atas curhatan seseorang itulah bentuk kecil dari berbagi.
Itulah pula
yang sedang saya rasakan. Sebagai aktivis dakwah, trainer dan penulis. Saya
merasa senang sekali saat berbagi. Kenapa saya sangat menyukai peran ini.
Karena disitulah energi berbagi begitu besar. Saya melihat senyuman, tangisan,
marah dan juga aneka rasa para peserta training. Dan tahukah anda, seringkali
saya menemukan ketenangan solusi dari masalah saya juga. Saya ingat, bahwa di
negeri ini masih banyak orang yang dirudung masalah. Dan inilah salah satu
bentuk kunci jawaban dari berbagi itu.
Jadi
bagaimana dengan anda?

No comments:
Post a Comment