Thursday, May 30, 2013

Berbagilah Maka Kamu Bahagia





Untuk mencapai kebahagiaan, kita tak layak untuk senang sendiri. Kebahagiaan itu adalah himpunan dalam berbagi pada kebanyak orang. Berbagi itu rasa nikmat yang luar biasa. Kita akan melihat bagaimana banyak orang yang merasakan kesenangan selain kita sendiri.
Mengapa Rasulullah menganjurkan kita untuk perbanyak sedekah. Bahkan dengan sebuah senyuman itu adalah bentuk sedekah. Itulah rahasia, yang dihimpun oleh Allah SWT dalam setiap firman. Karena secara fitrah, manusia adalah makhluk sosial. Manusia tidak dapat hidup sendiri. Hawa diadakan oleh Allah SWT kepada Adam as semata-mata untuk menghadirkan kebahagiaan. Adanya orang kaya itu dihadirkan agar mereka bisa membagikan kekayaannya kepada yang miskin. Adanya orang berilmu itu agar ilmunya dapat diberikan dan diturunkan kepada mereka yang belajar. Adanya orang tua itu untuk memberikan tuntunan dan nasihat kepada yang muda.

Coba kita sekali-kali hadir dalam buka puasa bersama di bulan Ramadhan. Atau pada masjid-masjid yang membuka ifthar shaum sunnah senin-kamis. Coba lihat, betapa indahnya kebersamaan. Desain berbagi ini lahir, merupakan kesadaran kita untuk senantiasa berpikir agar dapat saling membantu. Coba simak kisah berikut ini:
Seorang kakek tua senantiasa bangun setiap pagi, mengambil sapu yang tersandar di dinding bilik rumahnya untuk kemudian berjalan ke jalan kecil di depan rumahnya. Tak lama nampak kemudian beliau sudah asyik menyapu dedaunan yang berserakan di jalan tersebut.
Hari beranjak terang, satu demi satu orang melewati jalan tersebut. Macam-macam tingkahnya, ada yang berjalan cepat sekali seakan diburu waktu, ada yang santai saja, ada yang tertawa-tawa penuh riang dengan teman di sebelahnya, ada yang bercanda dengan sang kakek sebentar untuk kemudian melanjutkan perjalanan, ada yang menunduk bagai sedang dilanda masalah berat dan banyak lagi.
            Ketika jalanan mulai tampak sepi karena orang-orang sudah disibukkan dengan kegiatannya masing, Sang kakek pun tak lama kemudian menyudahi pekerjaannya. Tampak puas sekali wajahnya.
Seorang pernah bertanya padanya, "Kenapa kakek tidak pernah bosan menyapu jalanan ini setiap pagi?"
Kakek tersenyum, menerawang dan kemudian menjawab, "Hal yang bisa kubagi buat banyak orang sekarang adalah keramahan dan senyuman, dan sungguh setiap pagi kudapatkan timpalan serupa berupa keramahan dan senyum yang manis dari banyak orang yang lewat, bahkan kala mereka sedih dan sibuk sekalipun ..... "
            Munculnya berbagai lembaga zakat di negeri ini, semata-mata adalah betapa banyak orang yang sebenarnya berkeinginan berbagi. Lahirnya perasaan ini merupakan keprihatinan atas kondisi yang terjadi hari ini. Coba tanya mereka yang telah rutin ikut serta dalam program-program zakat itu. Apa yang mereka rasakan? Kebahagiaan.
            Begitu juga mulai tumbuh Socialpreneur, sebuah pekerjaan yang tumbuh didasarkan atas keinginan untuk berbagi. Bahkan secara tidak sadar, ketika anda membantu memberikan jawaban atas curhatan seseorang itulah bentuk kecil dari berbagi.
            Itulah pula yang sedang saya rasakan. Sebagai aktivis dakwah, trainer dan penulis. Saya merasa senang sekali saat berbagi. Kenapa saya sangat menyukai peran ini. Karena disitulah energi berbagi begitu besar. Saya melihat senyuman, tangisan, marah dan juga aneka rasa para peserta training. Dan tahukah anda, seringkali saya menemukan ketenangan solusi dari masalah saya juga. Saya ingat, bahwa di negeri ini masih banyak orang yang dirudung masalah. Dan inilah salah satu bentuk kunci jawaban dari berbagi itu.
            Jadi bagaimana dengan anda?

No comments:

Post a Comment

Popular Posts