Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Monday, June 10, 2013

Negeri Kebalikan


Di sebuah negeri antah berantah
Yang hidup saling berbantah-bantah
Apalagi banyak diantara mereka hukum syariat ditolak mentah

Ada Polwan yang ingin taat
Sehingga ia pakai kerudung tanda patuh syariat
Justru dilarang, demi perkara tuntutan pejabat

Ada Kontes kecantikan internasional
Digelar di negeri yang katanya bermoral
Sayangnya, acara seperti ini justru dianggap menaikkan nasional
Padahal jelas melecehkan wanita, menambah kerusakan moral

Kemarin ada muktamar Khilafah
sebagian mereka yang jiwanya nasionalis
Justru terang-terangan menolak khilafah
tidak mau hidup di bawah islam, memilik nyaman bersama kapitalis

Suara mereka yang Nasionalis tak terdengar
Tatkala AS lewat Freeport buat kasus di papua
Suara mereka yang semula sangar
Tak mampu berkomentar saat Suporter Bersorak untuk kemenangan Belanda

Mereka mengecam FPI, atas tindakan main hakim sendiri
Mereka menganggap Negara Islam memecah NKRI
Mereka diam saat Ahmadiyah melecehkan islam,
Mereka tak bersuara tatkala orang liberal menghina Nabi

Ini negeri kebalikan...

Mereka teriak tolak Khilafah
Tetapi sungguh mereka cinta Demokrasi
Secara nyata justru Mereka telah diadu domba
Lihatlah pertengkaran dan pertikaian Pesta Demokrasi

Pakai Jilbab menjulur ke bawah
Di bilang Ekstremisme tak moderat
Saat anak-anak mereka buka-bukaan pakaian seksi
Justru mereka dukung dari berbagai sisi

Ini Negeri Kebalikan...

Mana suara mereka yang bilang NKRI harga Mati
tatkala OPM buat kedutaan di Oxford Inggris,
Mana mereka yang celoteh Nasionalisme,
Tatkala kesatuan kita diacak Amerika untuk Timor Leste.

Mereka bilang Khilafah itu tak ber-masa lagi
Tapi mana dalil mereka tentang Kapitalisme dan Demokrasi sepanjang hayat
Mereka bermuka masam dengan pejuang islam kaffah
Mereka bermanis muka dng kemaksiatan dan pejuang Liberal

Ini Negeri memang kebalikan...
 

(Jatinangor, 10 Juni 2013)

Thursday, March 7, 2013

Telah Tiba masanya

Dalam bekapan pelukan bunda,
Seorang pemuda yang mengalir darah
merintih, menangis, dan sembari mengucapkan kalimat
Syahid....

Thursday, February 7, 2013

Bunda, Miss u



Senyum dan perhatian kasihmu
Tak kan pernah luntur dari hati ini,
Kasih sayang dan ketulusanmu
adalah bahan bakar kehidupan bagiku.

Bunda,
Keringat dan air matamu
Menjadi cahaya di dada
anandamu

Hina dan cacian, berani kau lalui
Demi pesona keindahan anak-anakmu ini
Meski nyawa dan harta jadi taruhanmu
Demi kami, anak-anakmu yang tak mampu berbalas untukmu.

Bunda,
Dalam doa kuiringkan kebaikan untukmu
Agar setiap kebaikanmu melimpahkan rahmat dari-Nya.

Wednesday, January 9, 2013

Kukorbankan di Sini



Takdir di sini kawan,
Mencari cawan-cawan\
Dalam deretan beban dan lawan.

Aku tunggu lapisan rindu ini,
Meletus membuncah dan mengeluarkan
Perasaan rindu kepada yang dicintai
Rasul saw,

Maka,
Dari sini kan kuabdikan
Dari sini kan kukorbankan

Jatinangor, 00:49 WIB 10 Januari 2012

Popular Posts