Apa yang seringkali jadi kendala
dalam kehidupan kita? Diantaranya adalah kekurangan. Kita malah menjadi
kekurangan itu menjadi masalah utama. Kita seringkali tersibukkan untuk
menutupi kekurangan kita. Bahkan terkadang untuk menutupi kekurangan itu, kita
seringkali menghabiskan waktu.
Ada hal yang
menarik, waktu beberapa tahun silam saya pulang ke kampung halaman. Saat hendak
pulang dari Palembang dan ke lampung, ada orang istimewa yang menemani
perjalanan kami sebagai supir. Saya lupa namanya. Beliau kebetulan tetangga
bibi saya di lampung. Dan dia istimewa.
Kenapa saya
sebut istimewa? Dia memiliki kekurangan berupa kekurangan pendengaran dan tuna
wicara. Alhasil, perjalanan kami penuh keajaiban. Ya, saya baru mengerti
kekurangan itu bukanlah sebagai akhir kehidupan. Tetapi perlu dinikmati. Saya
dan kakak saya harus ikut terjaga. Untuk membantu mengarahkannya membantu dalam
menyupir. Sungguh herannya, dia begitu ahli.
Lubang,
mobil yang saling mendahului, bunyi klakson, lampu merah sangat menarik.
Perjalanan itu sungguh berkesan bagi saya. Melatih bagaimana saya harus
mengerti bahasa-bahasa isyarat. Dan mengerti bahwa Allah SWT itu telah
menghadirkan kesempurnaan kepada setiap individu hamba-hamba-Nya. Yang paling
lucu, justru dia bisa memanfaatkan teknologi 3G. Ya teknologi informasi yang
bisa melihat orang dalam pembicaraan. Dia begitu fasih, menggunakan itu dengan
berhubungan dengan teman-temannya yang memiliki hal yang sama.
Kadang
dengan kekurangan bicara dan penglihatan, ada orang yang mampu tajam dalam
pendengaran. Dan itu Amazing.
Bagaimana dengan kita yang memiliki kelengkapan alat tubuh?
Coba
perhatikan film Fantastic Four. 4
Jagoan itu memiliki kelebihan. Tapi ingat, disetiap mereka punya kekurangan.
Tetapi saat mereka sendiri mereka tak banyak bisa berbuat apa-apa saat
menghadapi musuh. Saat mereka bersatu, kekurangan dan kelebihan mereka itu
membuat kemenangan datang. Ada kekuatan tenaga karet, Api, Menghilang dan batu.
Jadi jangan
terlalu bersedih dengan kekurangan. Bila itu menganggu kita, cobalah untuk
memperbaikinya. Atau cari kelebihan kita. Cari sesuatu yang membuat kita
menjadi luar biasa. Intinya untuk menjadi itu, perlu tahapan belajar. Untuk
menjadi sesuatu yang expert atas
kekurangan dan kelebihan kita tidak langsung jadi. Tetapi butuh proses untuk
memahami itu semua.
Proses
belajar atas kekurangan kita itu, akan meraih dua manfaat. Yaitu kita mengerti
bahwa tidak semua hal ada pada diri kita, tetapi kita mengerti bagaimana
kelebihan yang ada pada kita bisa bermanfaat bagi yang lain. Kalau semua orang
sadar, untuk saling menyempurnakan maka sungguh kekurangan itu bukanlah
halangan.
Jangan
pernah pula kita merendahkan kualitas dan kemampuan seseorang. Sebab, sebenarnya keberadaan mereka itu yang
membuat kita punya kelebihan. Justru, kita ini ada dengan kelebihan kita hari
ini, untuk dapat membangun komunikasi dengan banyak pihak.
Sementara
kita perlu memahami, jangan terus berkeluh atas kekurangan. Yang kita perlu
lakukan adalah mengubah kepribadian kita untuk bisa berubah jadi lebih baik.
Dengan cara apa? Belajar. Kita bisa mencari jawaban atas kekurangan kita dengan
melihat pengalaman. Kita bisa mengerti bagaimana para atlet difabel mampu
menjawab atas ketidak-sempurnaan mereka.
Mereka bisa
lakukan itu karena kebiasaan. Mereka dapat berjuang melebihi mereka yang
difabel lainnya. Karena proses belajar. Bagaimana dengan kita? Jangan sampai
karena pengaruh usia, karena rasa malu, dan berbagai halangan kita menjauhi
diri untuk menjadi lebih baik.
=============================
Rizqi Awal, Seorang Youth Mindset Islamic Trainer, Telah berpengalaman dan berbagi inspirasi ke banyak orang. Penulis juga, dan berusaha untuk terus jadi lebih baik. Contact: 085314192910
perubahan yang sederhana namun sangat mengena bagiku salah satunya adalah berubah dari sering mengeluh ke tidak mengeluh
ReplyDelete