Wednesday, June 12, 2013

Gila Jabatan


Suatu hari Gubernur blusukan (kunjungan mendadak) ke sebuah Rumah Sakit Jiwa. Pihak RSJ tentu saja kelimpungan dan menyiapkan penyambutan tamu terhormat ini.
Kepala rumah sakit dan semua staff, para dokter dan perawat, dan mantan pasien yang sudah sembuh juga ada – berdiri rapih dan bergembira menyambut Gubernur.
Gubernur menyalami semua orang dengan ramah, dan memperkenalkan diri ke salah satu mantan pasien yang kelihatannya seperti tidak mengenali beliau.
Pak Gubernur menyalaminya sambil mengatakan: “Saya Gubernur, apa kabar?”
Mantan pasien tersebut tersenyum dan mengangguk dengan wajah yang ramah dan bijak.
"Oh, tidak apa-apa. Saya mengerti.”


"Lho, mengerti apa?” tanya Pak Gubernur
Orang itu menepuk-nepuk bahu Pak Gubernur sambil berkata dengan penuh kasih:
"Waktu baru masuk tempo hari, 
saya juga ngaku Presiden koq, nanti lama-lama juga sembuh, yang sabar ya?! 
===========================
Hari ini banyak orang tergila-gila untuk mengejar jabatan. Tapi pada hakekatnya mengejar kekuasaan itu bukan untuk kebaikan, tetapi karena hawa nafsu begitu besar. Mereka melakukan itu di depan layar seperti membela rakyat, namun banyak diantara mereka berakhir pada jeruji besi.

Kenapa bisa terjadi demikian? Karena hari ini kekuasaan dan jabatan bukan lagi untuk membangun kesejahteraan. Tetapi mental yang dibangun adalah ingin dihargai. Padahal mereka kelak akan dimintai pertanggung-jawaban atas setiap amanah yang disalah-gunakan.

Maka jangan heran, bila gila jabatan bisa jadi salah satu penyakit kejiwaan yang bermasalah. Bagaimana dengan anda?

No comments:

Post a Comment

Popular Posts