Wednesday, March 13, 2013

Untukmu yang Menikah

Alhamdulillah, saya bisa hadir dalam akad nikah sekaligus walimatul ursy' pernikahan sahabat, mentor, guru dan kakak yang baik, Asep Kurniawan dengan Windia. Di Serang, Banten. Setiap perjalanan perlu ada hal yang baru dan bermanfaat, agar bisa kita petik hikmah dalam setiap kehidupan.

Jodoh itu kita yang usahakan, tetapi akhirnya Allah yang memberikan kesempurnaan usaha kita. Tentu didalam islam, tidak dikenal pacaran. Hanya dikenal dua istilah sebelum menapaki pernikahan, yaitu ta'aruf dan khitbah. Memang prosesnya sederhana, tetapi begitulah hikmah islam. Seperti asam di gunung dan garam di laut. Kan bertemu jua dalam wajan/tempat masak. Begitulah jodoh. tak mudah diterka darimana keduanya berasal.


Karena cinta banyak orang terluka. Ketika mengejar cinta banyak yang lalai. Tapi bisa jadi karena cinta, rangkainya begitu kuat. Karena dalam mengarungi samudera hidup yang luas ini, dalam membangun keluarga perlu ada 4 hal yang menjadi pondasinya.
a. Allah
Menikah itu landasannya adalah perintah Allah. Melakukannya semata-mata sebagai sunnah. Maka awalilah dengan yang baik. Baik dari proses hingga pelaksanaan Walimatul yang harus terpisah. Kalau pun susah mengadakan walimatul, cukuplah melakukan akad nikah. Jangan sampai karena ingin menjadi Raja dan Ratu sehari-hari menghutang puluhan juta rupiah dan bermewah-mewahan untuk itu semua.
b.Taqwa
Menikahi seseorang itu jangan pertama dilihat karena harta, tahta dan fisik. Karena semua itu bisa lenyap, dapat memudar dan menghilang dalam sekejap. Tetapi menikahlah karena agama. Karena membangun keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah diperlukan kesadaran menjadi pribadi yang soleh dan taqwa.
c. Menerima kekurangan dan kelebihan
Tidak ada wanita sempurna, tidak ada lelaki yang sempurna pula. Maka terimalah segala kekurangan dan kelebihan. Dalam hal ini diperlukan dua jurus utama: kesabaran dan ketaatan. Suami memiliki sifat sabar, istri menyadari pentingnya ia taat kepada suami. Di sinilah kita mengetahui surga atau neraka dalam keluarga kita.
d. Dakwah
Keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah itu bukan sekedar membangun keluarga islami. Tetapi ia menjadi tempat dimana perjuangan dakwah dirintis, tempat "charger" aktivitas dakwah yang meletihkan dan sebagai pusat dari keduanya. Dakwah adalah hidup matinya kaum muslimin.

Semoga bermakna, semoga berkesan.

============================
Rizqi Awal,
Penulis, Trainer, inspirator dan entrepeneur
Mengundang beliau ke: 085314192910
============================

1 comment:

Popular Posts